-->

Apa Itu MVP Startup dan Cara Menentukannya

Konten [Tampil]
Apa Itu MVP Startup dan Cara Menentukannya

Apa Itu MVP Startup dan Cara Menentukannya  - Dalam mengembangkan sebuah startup, tentu ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Sayangnya orang-orang pun bisa saja melupakannya atau bahkan mengabaikannya karena minim pengetahuan. Salah satu istilah pentingnya adalah Minimum Viable Product (MVP) sebagai fitur dasar bagi pengguna. 


Apa Itu Minimum Viable Product (MVP)?

Istilah MVP bagi banyak orang memang masih terdengar asing. Minimum Viable Product sendiri berisikan fitur-fitur dasar yang dapat digunakan oleh pengguna atau user. Harapannya adalah bisa dikembangkan secara bertahap dengan memperhatikan apa saja feedback dari para konsumen. 

Sementara MVP startup adalah sebuah usaha atau perusahaan yang baru saja berdiri untuk menawarkan produk secara mendasar. Selama perkembangannya, akan ditambahkan sedikit demi sedikit fitur dan juga variasi sesuai dengan permintaan pengguna. 

Misalnya saja ketika sebuah startup menawarkan produk berupa minuman instan. Selanjutnya, prototype yang ditawarkan sudah dikembangkan tanpa ada penambahan gula. Rilisan pertama ini disebut sebagai MVP dengan tujuan mendapatkan respon dari pelanggan apakah layak atau tidak.


Cara Menentukan MVP Startup 

Dalam cara menentukan mvp startup, tentu tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada banyak hal perlu diperhatikan. Pertama adalah apakah produk yang ditawarkan benar-benar mampu menyelesaikan masalah pada target pasar? Pertanyaan ini harus dapat dijawab secara yakin terlebih dahulu. 

Konsumen atau pengguna bahkan tidak terlalu peduli seberapa canggih teknologi yang akan digunakan dalam pengembangan startup, berapa jumlah karyawan hingga banyaknya produk di pasaran. Mereka hanya menilai apakah efektif inovasi tersebut untuk menyelesaikan masalahnya. 

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga komunikasi dengan pelanggan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan feedback secara langsung dari mereka demi kepentingan pengembangan selanjutnya. Startup dinilai akan mengeluarkan banyak biaya apabila belum menerapkan MVP. 


Keuntungan Penerapan MVP Startup 

Kini Anda pasti sudah mengetahui sedikit gambaran mengenai apa itu MVP dan bagaimana cara menentukannya. Tidak lupa juga untuk memahami keuntungan dalam penerapannya agar benar-benar mengaplikasikannya ketika mengembangkan sebuah startup. 


1. Minim Resiko dengan Profit yang Sudah Ada 

Bagi startup yang baru saja didirikan tentunya modal dari pemilik pun terkadang masih dirasa minim. Hal ini memang menjadi PR besar bagi mereka agar bisa mengelolanya dengan baik. Tidak lupa juga mengingat masih tingginya resiko kegagalan pada saat mencoba berbagai keputusan. 

Resiko-resiko seperti ini biasanya erat hubungannya dengan biaya produksi yang dibutuhkan. Kemungkinan buruknya dapat diminimalkan ketika sebuah perusahaan baru menerapkan MVP. Mereka pun tetap bisa mendapatkan profit secara berkala sembari mengembangkan usaha tersebut. 


2. Meminimalkan Biaya Pengembangan dan Riset 

Sebuah ide baru yang sedang dikembangkan tentu harus diuji efektivitasnya ketika digunakan secara luas oleh masyarakat. Para pendiri startup akan sering melakukan kegiatan pengembangan dan riset untuk mendapatkan hasil yang benar-benar diinginkan oleh target pasar. 

Tentu saja kegiatan pengembangan dan riset tetap memerlukan biaya selain produksi. Pengeluaran ini bisa Anda minimalkan dengan menerapkan MVP. Prototype yang disebar kepada masyarakat sudah sekaligus mendapatkan respon dari mereka untuk keperluan pengembangan. 


3. Mengetahui Keinginan Pengguna secara Tepat 

Satu kewajiban bagi seorang pebisnis adalah mengenali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan. Sama halnya ketika sedang mengembangkan sebuah startup, maka keinginan pengguna juga harus dipenuhi sebagai wujud menyelesaikan dan memudahkan masalah mereka. 

Meluncurkan produk MVP memang bertujuan untuk mengetahui keinginan pengguna yang menjadi target pasar. Harapannya, startup ini berkembang secara tepat sasaran dengan mempertimbangkan respon dari mereka. 


4. Memiliki Nilai Lebih di Depan Investor 

Sebuah startup tentu akan berkembang lebih luas kedepannya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Anda harus bekerja sama dengan investor untuk memperluas pasar dan kepentingan lainnya. Kontrak ini pasti diawali oleh pengajuan proposal terlebih dahulu. 

Nyatanya, para investor dinilai lebih tertarik dengan usaha startup yang sudah memiliki MVP. Pasalnya hal ini akan memudahkan mereka untuk mengenali performa produk tersebut sehingga lebih mudah dalam menentukan keputusan menjalin investasi. 

Mengembangkan sebuah bisnis startup memang dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak kalangan. Sayangnya, mereka sering melupakan hal-hal yang seharusnya diperhatikan seperti MVP. Padahal MVP penting untuk diterapkan karena bertujuan untuk mengetahui respon dari target pasar. 

0 Response to "Apa Itu MVP Startup dan Cara Menentukannya "

Post a Comment

Bebas berkomentar asalkan sopan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel